Memahami Kata "Bungul": Lebih dari Sekadar Bodoh

25 Jan 2026 9,450 views 2 min read

Memahami Kata "Bungul": Lebih dari Sekadar Bodoh


Dalam khazanah bahasa Banjar, ada satu kata yang punya "power" luar biasa saat diucapkan. Kata itu adalah Bungul. Bagi orang luar daerah, kata ini mungkin terdengar singkat, namun bagi masyarakat Kalimantan Selatan, "Bungul" adalah kata yang mengandung spektrum emosi yang sangat luas.


Apa Itu Bungul?

Secara harfiah, bungul diterjemahkan sebagai bodoh atau tolol. Namun, jika kita membedah lebih dalam, penggunaan kata ini sangat bergantung pada konteks, nada bicara, dan kepada siapa kata tersebut diucapkan.


Tingkatan dan Makna dalam Penggunaannya

Tidak semua "Bungul" diciptakan sama. Berikut adalah beberapa cara kata ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Sebagai Umpatan Kasar: Digunakan saat seseorang benar-benar marah karena perilaku orang lain yang dianggap tidak masuk akal atau merugikan. Biasanya ditambahi kata penegas seperti "Bungul banar!" (Bodoh sekali!).
  2. Sebagai Tanda Keakraban: Di lingkaran pertemanan yang sudah sangat dekat, "Bungul" berubah menjadi panggilan sayang atau candaan. "Mana ikam bungul, lawas kada kelihatan" (Ke mana saja kamu, Nul, lama tidak kelihatan). Di sini, artinya bukan menghina, melainkan tanda tidak ada sekat lagi.
  3. Bungul yang Menggemaskan: Kadang digunakan orang tua kepada anaknya yang melakukan kesalahan lucu atau polos.


Etika Penggunaan

Meskipun kata ini sangat populer, kamu harus tetap hati-hati. Mengucapkan kata "Bungul" kepada orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenal adalah hal yang sangat tabu dan dianggap tidak sopan (kurang adab).

Catatan Penting: Bungul adalah kata yang bersifat informal. Jangan pernah menggunakannya dalam forum resmi atau saat berbicara dengan atasan, kecuali kamu siap menerima risiko sosialnya!


Kesimpulan

Bungul bukan sekadar urusan kecerdasan intelektual, melainkan bagian dari identitas linguistik urang Banjar. Ia adalah bumbu dalam percakapan yang menunjukkan betapa dinamisnya interaksi sosial di tanah Kalimantan.